Novel Attachment Karya Rainbow Rowell

January 25, 2016



Attachment - Kisah tentang dua sahabat yang senantiasa berbagi kisah tentang kehidupan mereka melalui Email. Namun, meski mereka tahu bahwa ada sosok yang mengawasi Email mereka, mereka memiliki sebutan Thron, tetap tidak membuat Beth atau Jennifer tahu bahwa lelaki manis itulah sosok Thron itu. Cinta pada pandangan pertama sudah sering menjadi cerita yang diangkat dalam banyak novel atau film. Namun, kalau masih ada yang mengingat lagu dari Savage Garden berjudul I Knew I loved You Before I Met You, cinta seperti inilah yang menarik dan membuat kisah cinta mereka yang porsinya tidak memakan keseluruhan isi novel.

Porsi setiap tokoh disediakan dengan baik dan pembagiannya yang adil. Melalui surat-surat elektronik, pembaca bisa mengetahui keadaan sebelum tahun 2000 dimana ini merupakan Jejak Sejarah yang harus diketahui oleh anak-anak kelahiran 2000 ke atas. Bagaimana dahulu, tanpa handphone atau tanpa whatsapp semua masih berjalan. Bagaimana makhluk di era 90'an sempat memikirkan 'Hari Akhir' dunia ketika menjejak pada tahun milenium. Sampai perdebatan tentang arsip yang menyangkut tahun karena akan mengakibatkan tumpang-tindih pada rekaman data. Juga, di Indonesia, menghadapi pergantian Milenium ini, ada  Lagu Happy Two thousand B Best dimana dirilis ketika sebelum pergantian tahun, yang videonya mirip seperti TLC, mendadak terkenal.

Mengapa pekerjaannya harus mengawasi Email ? Tujuannya mudah, semenjak kehadiran Email, para petinggi perusahaan berusaha untuk 'update' terkait pendapat para bawahannya atau terkait pekerjaan mereka. Zaman sebelum ada internet, seperti kisah pada novel klasik, dimana pendapat miring terhadap seseorang petinggi atau perusahaan akan mendapat ancaman keras pada orang tersebut. Sama halnya dengan alasan tempat Lincoln bekerja. Meski memang, alasan lain, yaitu takut karyawan mereka justru pura-pura bekerja padahal hanya mengobrol lewat Email. Dan zaman sekarang, hal ini bukan rahasia lagi.

Dari novel ini, saya baru mengetahui, alasan-alasan mengapa Lincoln sang Tokoh Utama banyak menjerat hati pembacanya.

1. Lincoln cowok dengan postur tubuh yang tinggi, besar, seperti Hercules menurut Jenifer, Gagah menurut Ayahnya Beth. Dengan senyum manis yang membuat wajahnya Tampan dan teramat manis. Baik hati dan suka menolong. Cowok manis yang sangat baik - kata Beth.

2. Selain TAMPAN, Lincoln ini sosok yang 'tidak sadar' kalau dia tampan. Dan ini yang membuatnya jadi tampak MANIS.

3. Dia mencintai pendidikan, menuntut ilmu seakan menjadi hobi untuknya. Bahkan dia mendapat gelar master. Kemudian mendapat bea siswa dan sangat-sangat pandai dalam urusan Matematika dan Fisika ! What else? He is already cute, right?

4. Cowo setia. Sangat setia. Teramat setia.

5. Cowo Pemalu yang justru sangat sopan pada Ibunya. Meski harus bertentangan dengan keinginan Ibunya. Dia masih mengendalikan emosinya sampai-sampai rasanya Lincoln ini enggak bisa marah sepertinya.

Baik, saya cukupkan Lima saja terkait pesona dari Lincoln. Ada tokoh lain yang berada dalam kisaran hidup Lincoln. Dan memang, ini kisah kehidupannya, pekerjaannya dan kisah percintaannya..


Ibunya yang pandai memasak, sangat perhatian pada Lincoln dan memang, 'sedikit' memanjakan anaknya. Dari segala kebutuhan sang Anak, Ibunya sudah menyiapkan. Tapi, tidak menghilangkan karakter asli seorang Ibu yang suka 'kepo' dengan anaknya. Apalagi Lincoln ini seperti anak yang tertutup, belum memiliki kekasih lagi setelah putus. Dan ini, yang membuat Ibunya berpikir hal yang aneh pada anaknya. Kehidupan Lincoln cenderung 'lurus' dan membuat Ibunya curiga.

Tapi, saya melihat sisi seorang Ibu yang membuat saya terharu. Adalah pada moment Lincoln memutuskan untuk hidup mandiri. Ada rasa kehilangan dan kesendirian yang kemudian hari akan ditemui olehnya. Menghabiskan masa tuanya sendiri tanpa seorang anak yang menemani. Tidak, bukan karena Lincoln jahat. Hal ini saya angkat bukan karena anak-anaknya tak peduli. Tapi, karena 'budaya' atau 'kebiasaan' yang berbeda pada sebuah negara.

Namun, meski berkeras untuk memberi pertimbangan pada Lincoln. Orang tua tetaplah orang tua yang senantiasa ingin membuat anaknya merasa nyaman meski kata hatinya berlawanan. Hingga tawaran untuk membawa sofa di rumahnya ke tempat baru Lincoln, sampai peralatan makan yang juga tak luput dari perhatiannya.

Satu kisah yang membuat saya kembali terharu, saat Ibunya Lincoln bercerita bagaimana kehidupan beratnya, pindah dari satu rumah ke rumah yang lain. Tidur di sofa, dengan Eve - kakaknya - tidur di atas dadanya. Kehidupan yang harus dia jalani demi anaknya kelak. Seorang Ibu yang tangguh.

Kakaknya Lincoln, Eve. Tempat Lincoln mencurahkan isi hatinya. Beradu pemikiran meski sering tidak sependapat, justru di sinilah ditampakkan, bagaimana pendirian Lincoln dan bagaimana dia juga mengikuti saran kakaknya ini. Tapi, sosok Eve yang sudah memiliki dua anak ini, sering beradu argumen pada Ibunya. Dan tidak bisa mengendalikan amarahnya. Bahkan untuk urusan mendidik anak, yang memang sering menjadi sesuatu yang bertentangan dengan banyak hal. Namun, dua keponakan Lincoln merupakan anak-anak yang lucu. Yang berkata jujur, kritis dengan apa yang keluar dari mulut ibunya serta pintar.

Cinta itu tidak memandang kriteria, tapi terkadang kriteria itu yang membuat pandangan pertama menjadi penentu. Kesukaan Lincoln pada Sam yaitu tubuhnya yang mungil. Ini juga yang membuatnya senang berada dekat Emilie. Dia merasa tinggi, merasa dapat melindungi perempuan dengan tubuh mungil juga senang jika harus membungkuk untuk mengecup perempuan mungil. Dan pandangan pertama inilah yang sempat mengacaukan apa yang ada dalam pikiran Lincoln.

Hal yang saya suka dengan persahabatan Beth dan Jenifer. Meski Jen, terlihat tampak seperti drama queen ketika menghadapi ketakutannya untuk memiliki anak. Tapi, kemudian tampak sedikit menginginkan anak. Dan merasa kehilangan. Jen, masih membuat pertimbangan dan perenungan dalam dirinya hingga dia selalu juga dapat membuat sahabatnya merasa nyaman. Dan Beth, juga selalu mendukung dan senantiasa berusaha agar sahabatnya itu merasa nyaman. Mereka saling mengisi satu sama lain. Nyinyir bersama tentang film atau divisi lain, khas perempuan kantoran yang membahas tentang pekerjaan.

Pembaca mungkin akan menemukan, bagaimana tokoh-tokoh di dalam novel ini berbuat bodoh atau mengambil keputusan yang bodoh. Atau berperilaku yang dianggap bodoh. Tapi, Rowell mengemasnya dengan membentuk perwakilan, bahwasannya dalam hidup terkadang manusia melakukan tindakan bodoh. Mengambil keputusan yang salah hingga akhirnya belajar dari kesalahan tersebut.

"Itulah yang menjadikan manusia itu MANUSIA, mereka belajar melalui kesalahan." ~ Gratuci ( Home Movie )

Dari novel ini, ada satu permainan yang digandrungi oleh Lincoln. Kalau kalian mengaku 'fans' Lincoln, kalian harus tahu apa sih permainan Dungeon and Dragons. Permainan ini dimainkan dengan sebuah Papan dan Bidak yang bentuk pionnya merupakan karakter Dragon dan kawan-kawannya. Tahukah kalian kalau awal mula, Game War ini, diadaptasi pertama kali oleh Gary Gygax pada tahun 1967 yang kemudian membentuk satu wadah untuk membebaskan ide dalam men-desain permainan.

Sampai kemudian mulailah di demonstrasikan pertama kali tahun 1972 bagaimana mulai dikenalnya karakter Dungeon ini, oleh Dave Megarry. Kemudian, di tahun 1973, Gygax dan Arneson mulai membuat rencana tentang Game Board Dungeon & Dragon beserta peraturannya. Permainan D&D ini merupakan permainan taktik perang, strategi, dan juga tim work yang kemudian banyak diadaptasi dalam banyak permainan lain. Sejarah panjang dari Board Games Dungeon & Dragon ini, membuktikan bahwa untuk menciptakan sebuah permainan bukan hal yang mudah dan asal-asalan. Karena ada 'rules' dan 'position' pada permainan tersebut. (SUMBER : https://dnd.wizards.com/dungeons-and-dragons/what-dd/history/history-forty-years-adventure )

Email, menjadi alat komunikasi selain berbincang secara langsung. Jika terlihat dari saat ini, Email sudah digantikan teknologinya dengan Whatsapp atau BBM atau Line dan media social lainnya untuk berinteraksi. Itulah mengapa dalam novel ini, yang mengambil waktu latar tahun 1999 akhir, menggunakannya untuk berbincang atau curhat dengan teman lainnya tanpa mempedulikan jarak. Perbincangan dua wanita inilah, yang menjadi daya tarik tersendiri pada novel Attachment.

Selebihnya, novel ini memang benar-benar meninggalkan rekam jejak sejarah tentang peralihan tahun menuju Milenium yang patut diketahui bagi kalian yang ingin tahu seperti apa kehebohan pada masa itu. Juga tentang bagaimana sebenarnya pekerjaan copy editor dan TI itu meski tidak menceritakan keseluruhan. Apalagi, resensor film yang ternyata memiliki pengetahuan tentang film yang sangat beragam.

Yang pasti, saya merasa memiliki satu kesamaan dengan Lincoln. Saya sendiri sering merasa 'ON' dalam mengerjakan coding ketika malam hari. Jadi, sedikit ada kesamaan yang membuat saya teringat kembali.

Selamat membaca :)

Detil Buku : Judul : Attachment || Penulis : Rainbow Rowel || Halaman : 431 || Penerjemah : Airien K. || Cetakan I : Desember 2015 || Penerbit : Spring || ISBN : 978.6027.150.553

Terima kasih

@ipehalena

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.