Buku Ketiga Inkdeath Karya Cornelia Funke

January 11, 2016

inkdeath


Inkdeath - Satu hal yang perlu diketahui, bahwa buku ini lebih tebal dari buku-buku sebelumnya. Tapi, kisah fantasi tidak pernah membuat jemu. Apalagi tentang buku dan petualangan mengungkap dunia lain. Pada kisah kali ini, Elinor benar-benar merasakan kesepian semenjak kepergian Mo dan Meggie serta Ressa. Hanya dirinya dan Anjing Orpheus, karena Orpheus berhasil masuk ke dalam buku juga.

Sementara di tintenwelt, Mo bersahabat dengan Pangeran Hitam, ada rumor bahwa Mo adalah Gagak Biru sang pencuri ulung. Siapa yang tahu mengapa ada berita seperti itu? Sementara Mo memang tidak melakukannya. Hanya saja lama-kelamaan, Mo merasa dia benar-benar menjadi Gagak Biru dan banyak perubahan dalam dirinya. Khususnya, dia lebih sering merenung dan diamnya, berbeda.

Juga kisah yang paling seru adalah bagaimana membunuh seorang pemimpin yang mana bahkan kematian enggan mendekatinya? Buku ini memang semacam penyelesaian, tapi tidak kalah seru juga dengan Inkspell. Apalagi di buku ini Meg mendapat kabar gembira !! Dan sebelumnya, seperti biasa, saya akan memberi tahu Tokoh dan Tempat yang ada dalam Inkdeath ini.

Tokoh

Natternkopf : Pangeran paling kejam di Tintenwelt, ayah Violante. Dikenal juga sebagai Pangeran Perak. Tinggal di Kastel Kegelapan.

Anselmo : Penjaga di gerbang Kastel Ombra

Balbulus : Pelukis buku di Kastel Ombra, di buku Inkspell kamu juga akan berkenalan dengannya.

Burung Lumbung : Tabib dan teman Staubfinger. Pendiri rumah perawatan dekat Kastel Kegelapan, kemudian di Ombra.

Basta : Jago pisau, antek Capricorn (musuh di buku Inkheart)

Battista : salah seorang seniman pengelana, pemain sandiwara, pembuat topeng handal.

Beruang : Sahabat setia Pangeran Hitam.

Bella : Tabib di rumah perawatan Burung Lumbung.

Benedicta : Biduanita keliling.

Janggut Hitam : Perampok.

Pangeran Hitam : Raja seniman pengelana, pemimpin para perampok.

Buku putih : Dijilid oleh Mo untuk Natternkopf, memberinya kekebalan.

Gagak biru : perampok legendaris karangan Fenoglio. Mo mengambil alih nama dan peran itu.

Brianna : Putri Staubfinger dan Roxane. Bekerja untuk Violante sebagai pelayan, lalu untuk Orpheus.

Capricorn : Pemimpin komplotan pembakar dan pemeras di Tintenwelt.

Carla : Asisten di rumah perawatan Burung Lumbung.

Cerberus : Anjing Orpheus.

Pembakar Arang : Perampok.

Kulit Keju : Orpheus

Si Gempal : Oss.

Kaki Awan : Seniman Pengelana, mantan peniti tali, teman Staubfinger.

Cockerell : Salah seorang anak buah Capricorn.

Cosimo : Sang Rupawan, Putra Paduka Tertawa, suami Violante.

Darius : mantan pembaca Capricorn dan menjadi pustakawan Elinor. Dikenal juga dengan Lidah Gagap.

Despina : Putri Minerva.

Doria : Perampok, adik Orang Kuat, teman Luc.

Staubfinger : penghibur, pemakan api, pengelana antar dunia. Dikenal juga sebagai Penari Api. Hidup di dunia kita selama sepuluh tahun sejak Mo membacanya keluar dari cerita.

Elfenschreck : Perampok.

Elinor : Bibinya Meggie.

Farid : Murid Staubfinger. Mo membacanya hingga keluar dari Kisah 1001 malam tanpa sengaja.

Fenoglio : Pencipta Tintenwelt, penulis buku Tintenherz. Dikenal juga sebagai Penenun Tinta.

Penari Api : Staubfinger.

Brandfuchs : Penerus Capricorn dan menjadi komandan pasukan Natternkopf.

Si pesek : Anak buah Capricorn.

Empat Mata : Orpheus.

Fulvio : Anak Buah Capricorn.

Cecak : Perampok.

Landak : Perampok.

Sang Buruk Rupa : Violante.

Hobo : Perampok.

Ivo : Putra Minerva

Jacopo : Putra Violante dan Cosimo.

Jasper : Manusia Kaca Orpheus

Eisenglanz : Manusia Kaca Fenoglio

Jehan : putra Roxane dari suami kedua

Paduka Tertawa : Penguasa Kastel dan Negeri Ombra, dikenal sebagai Paduka Nestapa.

Lazaro : Orang Kuat.

Luc : Perampok, teman Doria

Murai : Mortola

Meggie : Anaknya Mo dan Ressa.

Minerva : induk semang Fenoglio

Mo : Penjilid buku, suaminya Ressa dan Ayahnya Meggie. Dikenal sebagai Lidah Ajaib.

Orpheus : Seorang yang juga memiliki keahlian ajaib seperti Mo dan Meggie

Paula : Cucu Fenoglio

Pfeifer : Mengabdi pada Natternkopf dan dikenal sebagai Hidung Perak.

Rosenquartz : Manusia kaca milik Fenoglio

Roxane : istri Staubfinger.

Sandro : Prajurit Muda Violante


Tempat / Lokasi pada cerita

Hutan tak berujung : sebelah selatan Ombra, terletak di Tintenwelt

Ombra : nama Kota yang menjadi lokasi utama dalam cerita. Kastel di tempat tersebut memiliki nama yang sama.

Desa Capricorn : Wilayah terpencil di Liguaria, Italia, tempat pertikaian terakhir dalam Tintenherz.

Benteng Capricorn : Persembunyian para perampok dan pembakar di Hutan Tak Berujung.

Kastel di Danau : Rumah Ibu Violante, lokasi pertarungan.

Kastel Kegelapan : Kastel milik Natternkopf.


Hubungan Sebab Akibat

Akibat : Mo menjadi sosok yang dicari oleh Natternkopf sejak di buku kedua. Dan sosok itu melekat hingga buku ketiga.

Sebab : Gagak biru pada mulanya adalah tokoh buatan Fenoglio, berkat bantuan Battista dia pernah mencuri sesuatu yang sangat berharga bagi Natternkopf. Namun, bantuan dari Battista inilah yang membuat Mo justru menjadi Gagak Biru.

Akibat : Banyak dari cerita yang ditulis Fenoglio berubah. Sementara Fenoglio dalam kondisi seakan terkena serangan 'Writers block' hingga tak mampu lagi menulis.

Sebab : Kedatangan Orpheus inilah yang membuat semua cerita berubah dan seakan bertambah rumit dengan kemunculan tokoh-tokoh baru. Dan banyaknya tekanan yang diterima Fenoglio.

Akibat : Banyak orang yang seakan telah mengenal Mo dengan sangat dekat. Mereka menaruh harap pada Mo.

Sebab : Fenoglio menulis syair yang kemudian menjadi perantara kisah ini sampai ke Natternkopf.

Banyak kejadian yang tak terduga, juga bagaimana Ressa berubah dan menolong Mo di Kastel Kegelapan. Bagaimana dia mendapat rahasia dari Mortola yang kemudian membuat dirinya senantiasa tak selalu dalam keadaan yang sempurna lagi. Hanya saja, kisah keluarga Mo ini akan berlanjut, setelah pertempuran terakhir, entah bagaimana nasib Elinor kemudian. Juga Orpheus dan juga Farid. Yang menjadi cerita favorit bagi saya, lagi dan lagi bagaimana dunia Perempuan Putih dikisahkan, seperti apa ketakutan seorang pemimpin pada kematiannya sendiri. Juga seperti apa kehidupan Pangeran Hitam dengan kelompoknya yang selalu menarik perhatian. Juga kisah cinta remaja yang tidak dapat diterka.

@ipehalena

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.