Twenty Thousand Leagues Under the Sea

September 17, 2015

Kedalaman dua puluh ribu di bawah laut - Sudah banyak yang mengenal Jules Verne, apalagi kalau diingatkan lagi tentang film 'Journey to the center of the earth' yang memang inspirasinya dari dalam novel lain karangan Jules Verne. Di situ sempat dikatakan ada kelompol Vernian, yaitu kelompok yang mempercayai apa-apa yang ditulis oleh Jules Verne, seorang penulis dari Perancis.



Berkisah tentang seorang Professor dari Perancis, yang dipanggil secara khusus untuk ikut dengan pelayaran kapal Abraham lincoln, demi satu tujuan yaitu Membuktikan keberadaan sosok Ikan Paus Raksasa yang sedang digembar-gemborkan pada saat itu. Ada beberapa kapal laut yang sempat mengalami kerusakan akibat 'ditabrak' oleh Ikan Paus Raksasa tersebut.



Dalam ekspedisi kali itu, seorang ahli Ikan Paus, bernama Ned, diikutsertakan. Meski Professor Aronnax sempat memberi pertimbangan akan keberadaan 'monster laut' tersebut pada Ned, bahwa bisa jadi apa yang mereka incar tidak nyata. Tapi, perjalanan mereka memang membuahkan hasil, karena pada satu malam, keberadaan 'monster laut' tersebut tertangkap oleh kapal Abraham Lincoln, namun mereka tidak berhasil menangkapnya secara nyata karena kapal mengalami kerusakan.


Lantas, apa yang akhirnya mereka temukan dalam ekspedisi tersebut? Ternyata, yang mereka kira sebagai Ikan Paus Raksasa, ternyata adalah kapal selam milik Nautillus. Wah, wah...ini yang merupakan sebuah kejutan.



"Because, Professor, that beast is made of sheet iron." ~ pg. 34



Kemudian, apakah segala hal dalam novel ini hanya sebuah Fiksi yang dipoles dengan Science?


Nyatanya, pada masa Jules Verne selesai merampungkan novel ini pada 1869, kapal selam yang pada masa itu ada belum memiliki kecepatan yang sesuai dengan deksripsi kecepatan kapal selam milik Capt. Nemo. Dan bahkan, konon sampai saat ini, dengan ukuran sebesar kapal Nautillus dengan kecepatan yang tinggi masih belum ada.


"Its area measures 6032 feet; and its contents about 1500 cubic yards; that is to say, when completely immersed it displaces 50,000 feet of water, or weighs 1500 tons." ~ pg.61


Pada Bab 6, dalam tema Steam up dijelaskan bahwa saat kapal Abraham Lincoln berhasil melekatkan pengait pada sang monster, kapal mereka sampai tidak dapat mengejar sang monster hingga akhirnya terseret. Dan ketika dideskripsikan kecepatannya hingga 38mph. Sebuah imajinasi yang begitu komplit hingga diduga seakan Verne meneliti segalanya sampai sedetil-detilnya saat menulis novel ini.


"We were at depth of hundred and five yards and twenty inches, undergoing a pressure of six atmospheres. It is the forest of island of Crespo." ~ pg 82


Begini, sampai detik ini, saya masih belum tahu apakah ada dan benar-benar ada, Pulau Hutan seperti Pulau Crespo yang berada dalam kapal selam? Kalau dipikir kembali, bahkan di luar angkasa sudah dilakukan penelitian beberapa macam tanaman yang bisa tumbuh di sana. Bisa jadi keberadaan island of Crespo ini ada tapi dalam bentuk lain. Jujur, saya belum mencari kebenarannya.


Di sini, Capt. Nemo juga membawa Prof. Annorax berkunjung ke lokasi dimana runtuhnya Atlantik. Sebuah pulau yang masih menjadi misteri, walau beberapa penjelasan sudah banyak bertebaran tentang keberadaan pulau tersebut, namun dalam novel ini seakan Verne benar-benar sudah melakukan penelitian secara rinci karena menyertai tingkat kedalaman melalui kapal selam.


Ada juga cerita tentang capt. Nemo yang menemukan rute jalan pintas menuju Terusan Suez, atau berjalan-jalan ke South Pole melalui kapal selam. Bahkan, di sini Prof. Annorax diajak berjalan-jalan ke beragam tempat melalui bawah laut. Selama perjalanannya ini Prof. Annorax mendapat penjelasan dengan rinci terkait lokasi dengan menggunakan keberadaan mereka pada kedalaman laut. Hingga bermil-mil jauh ke dalam laut.



Inilah yang membuat saya juga tercengang dengan data-data yang disajikan dalam novel ini. Seakan menelaah sebuah data analisa sebuah perjalanan yang 'seakan nyata' dari tokoh fiksi bernama Prof. Annorax bersama Capt. Nemo. Tidak heran kalau benar ada beberapa ilmuwan atau peneliti yang secara real mencari tahu kebenaran data yang dihidangkan dalam novel ini. Sebuah imajinasi yang tidak hanya sekadar omong kosong. Tapi, juga membuat ilmu pengetahuan terus maju dan bahkan tulisan ini menginspirasi beberapa ekspedisi lanjutan secara nyata.


Baiklah, sedikit curhatan dari saya. Ketika pada awalnya saya hendak membaca novel yang berbahasa inggris ini. Saya sempat tidak percaya diri setelah membaca review di goodread, ada banyak pembaca yang membeberkan kebingungan mereka pada novel ini. Kebingungan dalam banyak hal hingga membuat saya sempat mundur sebelum membacanya. Tapi, saya tidak mau menumpuk buku ini lagi dan lagi, hingga akhirnya saya paksa diri saya untuk membacanya. Kenyataannya, justru saya suka sekali gaya penulisan beliau yang sangat detil bahkan tidak membosankan. Seakan-akan saya sedang diajak berjalan - jalan melalui laporan penelitian dari beliau. Untuk kalian yang belum membaca secara langsung buku ini, pada bab-bab awal memang terasa menjemukan, tapi setelahnya, ketika perjalanan capt. Nemo dan Prof. Annorax menjelajahi banyak tempat, ceritanya mengalir begitu saja sehingga hilang kejenuhan dan timbul rasa penasaran.



So, sekali lagi, jangan menilai sebuah buku sebelum dibaca. Okek?




See yaaa !



  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.