A garland for girls

September 20, 2015

Rangkaian bunga untuk para gadis - Kata pembuka dari Louisa May Alcott, bercerita singkat bahwasannya ketika menulis kumpulan kisah pendek ini dirinya tengah berada di pengasingam. Judul setiap kumcer diwakilkan dengan nama bunga, yang tentunya tidak asal tempel saja. Tapi juga memiliki cerita tersendiri di dalamnya.



Ada banyak persamaan karakter tokoh-tokoh perempuan dalam setiap cerita. Yaitu perempuan yang cerdas, berbahagia dengan membantu orang lain, mencintai kehidupan dengan cara lain. Setidaknya, kebanyakan dari perempuan-perempuan dalam kisah ini merupakan sosok yang tegar dan mampu menghadapi kehidupan tanpa takut atau gentar, meski beberapa justru mengalami nasib miskin.


Pada cerpen pertama, bunga Ivy menjadi ikon bagi Jessie. Seorang gadis yang berjuang agar tetap bisa mengajar menari meski sepatunya usang. Dia bekerja sepenuh jiwa dan raga, demi menabung untuk kakaknya yang cacat. Mengapa simbol bunga Ivy yang digunakan dalam kisah ini? Itu karena bunga Ivy yang senantiasa menyapanya pada pagi hari dan membuatnya mempraktekkan sebuah teori bahwa "Bahagia itu sederhana."


"Bagian termanis dari semua kejutan indah ini adalah mereka mengingatku pada waktu paling sibuk dan berterima kasih dengan cara yang indah." ~ hal 36, Jessie.


Di cerpen kedua, Bunga Poppy dan Gandum. Yang dikenakan pada dua gadis dengan karakter  berlawanan. Jenny, gadis muda yang serius. Dia sudah bekerja dari kecil untuk membantu keluarganya yang miskin. Dan Ethel, gadis muda yang senang dengan pesta dan belanja. Keduanya,  memberikan buah tangan untuk Nyonya Hommer, Jenny memberikan Gandum dan Ethel memberikan Bunga Poppy. Keduanya memiliki alasan yang kuat, keduanya juga menampakkan kesan bagaimana menghabiskan masa muda dengan bijaksana.


"Tapi aku pikir kita tidak boleh hanya memikirkan kesenangan kita. Mengajar, menghibur atau membantu orang lain juga menyenangkan."~ hal 65, Jenny.



Ada lima cerpen lagi yang diceritakan dalam kumcer A Garland for Girls. Selain pesan moral yang disampaikan terkait perempuan dari pandangan Alcott. Ada juga satu hal yang membuat saya tertarik. Yaitu, beberapa kali Alcott menyematkan nama atau judul novel klasik yang beberapa belum pernah saya ketahui. Juga disematkan sesuatu yang berhubungan dengan sejarah.


Contoh dalam cerpen ketiga, berjudul May Flowers. Bunga pada bulan Mei yang dikumpulkan para anak gadis yang merupakan Pilgrim Fathers juga erat kaitannya dengan Mayflower. Apa itu Pilgirm Fathers ?


Pilgrim Fathers (Inggris), adalah istilah yang digunakan untuk penetap Koloni Plymouth di Plymouth, Massachusetts. Mereka melarikan diri ke Dunia Baru karena berselisih faham dengan gereja. Kisah Pilgrims menjadi salah satu peristiwa penting sejarah dan budaya Amerika Serikat.

Mereka menumpang kapal Mayflower dari Southampton dan dalam perjalanan selama 66 hari, mencapai Koloni Plymouth di Plymouth, Massachusetts. ~ Wikipedia


Jadi, May flowers pada judulnya mengacu pada aksi yang senantiasa dilakukan enam gadis keturunan Pilgirm Fathers setiap tanggal 15 Mei. Dimana Mayflower yang merupakan nama kapal tempat koloni menumpang, merupakan ide yang diambil untuk membuat kisah ini menjadi menarik.



Selanjutnya, pada mawar mungil. Ada satu fakta yang baru saya tahu. Yaitu karya Chicken Little, yang pernah diangkat ke layar lebar, di sini disinggung. Sehingga mengesahkan bahwa Chicken Little merupakan sebuah karya lawas yang sempat diterjemahkan menjadi Langit Runtuh. Ada banyak sekali hal yang baru saya ketahui usai membaca kumpulan cerpen ini.


Meski banyak yang mengenal Alcott melalui karyanya Little Women, sehingga karya lainnya seakan kurang dikenal. Tapi, tulisan-tulisannya tetap asik untuk dibaca.




See ya !




  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.