For One More Day

April 23, 2015

For one more day


Judul : For One More Day
Penulis : Mitch Albom
Halaman : 245
Cetakan ke II : April 2008
Penerbit : Gramedia
ISBN : 9789792234336


Biar kutebak. Kau ingin tahu kenapa aku mencoba bunuh diri. ~ hal 11


Chick, seorang mantan pemain bisbol profesional yang mengalami keterpurukan dalam hidupnya. Berharap bisa mati dengan mudah, hingga kenekatannya membawanya menyetir menuju rumah tempat kampung halaman dia dibesarkan. Namun, kondisi yang tidak stabil, membuat mobilnya jatuh terguling dan dia terpental hingga jauh menuju rerumputan.


Tapi, harapan Chick untuk mati, tidak terwujud. Chick masih hidup, dia nekat berjalan ke tempat yang ingin ditujunya. Dari jauh, menara air yang menjadi tempat tinggi di daerah tersebut, adalah sesuatu yang cocok untuk mati. Chick melompat dari menara air, kemudian terjatuh menuju tempat duduk penonton di lapangak Bisbol, terus terjatuh dan tersuruk, tapi dia tidak mati.


Justru dia melihat Ibunya, yang sudah meninggal, yang dimakamkan hingga dia menangis di acara pemakamannya. Ibu, yang nyata dan hidup hingga Chick bisa merasakan masakannya lagi. Juga menyetuh bahunya, lagi.


Perceraian mengubahmu, membawamu pergi dari segala sesuatu yang kaupikir kau tahu dan segala sesuatu yang kaupikir kauinginkan, dan mengantarmu ke dalam berbagai macam hal yang lain...~ hal 157


Ayah dan Ibunya berpisah pada suatu hari. Bahkan Chick dan Roberta, adiknya, tidak tahu kapan Ayahnya merapikan barang dari rumah, karena saat pulang dari sekolah, mereka menemukan ruangan yang lebih luas. Roberta bahkan menangis dan menganggap bahwa kepergian sang Ayah adalah karena kesalahannya.


Kehidupan mereka bertiga awalnya terasa biasa saja, sampai semua tetangga mereka di tempat itu yang menganggap tidak biasa. Pada saat itu, perceraian adalah sesuatu yang jarang terjadi dan jika terjadi harus ada salah satunya yang disalahkan, dan posisi ini diambil oleh Ibunya Chick.

Dari awal sang Ibu bekerja menjadi perawat di Rumah Sakit, kemudian suatu ketika dia melihat ibunya seperti orang 'tersesat', karena ternyata dipecat dari rumah sakit. Kemudian bekerja sebagai penata rias di salon. Namun, banyak orang yang menganggap Ibunya sebagai 'godaan' dalam rumah tangga. Meski Ibunya tidak pernah berperilaku buruk.


Perjalanan Chick dengan sang Ibu, membuatnya tidak bisa mempercayainya. Dia bisa menyetuhnya, mendengarnya bicara, sampai memakan makanan yang dimasak olehnya. Chick menemani sang Ibu merias pelanggan di rumah mereka. Rose, Miss Thelma. Di saat itulah, Chick banyak memahami apa saja yang terjadi saat dulu.


Tapi sesungguhnya yang terjebak adalah ibuku yang menawan. ~ 94


Perjuangan sang Ibu menghadapi anak lelakinya yang beranjak dewasa dan sering memulai pertengkaran, juga menghadapi sikap lingkungan mereka yang menjauhinya, dijabarkan saat pertemua mereka setelah sang Ibu meninggal dunia.


Chick sempat merasakan bahwa ini bukan mimpi. Dan ini adalah nyata. Serta segala yang dia sentuh juga nyata. Hanya saja beberapa kali dia mendengar suara lelaki yang berteriak memanggil namanya. Berteriak padanya bahwa dia adalah seorang polisi.


Anak yang merasa malu karena ibunya, hanya anak yang belum terlalu lama menjalani hidup. ~ hal 111


Diselipkan catatan kisah dari buku diari Chick dan juga kumpulan tulisan dari sang Ibu untuknya sejak dia masih kecil. Ada beberapa catatan saat dia dibela oleh ibunya dan saat dia tidak membela ibunya. Catatan yang menyadarkan pada pembaca bahwa sering kali tanpa sadar telah melukai perasaan orang tua hanya karena bersikap sok logis dan dewasa tanpa memahami situasi.


Sementara catatan tulisan tangan atau tulisan mesin tik dari sang Ibu juga membuat pembaca tahu, seberapa sederhananya jiwanya serta hatinya, karena berharap Chick mencintai 3 hal setelah pernikahannya dengsn Catherine.


Ini adalah novel Mitch Albom kedua yang saya baca. Jujur saja, karena sebelumnya saya membaca Five People You Meet in Heaven, saya jadi berpikir bahwa Mitch senantiasa menyetuh hati pembaca dengan pesan moral melalui perjalanan sang tokoh yang bukan saja hal moral yang dirasakan tapi sisi religius dari pembaca. Seperti berada di ambang kematian atau kehidupan yang dialami oleh Chick.


  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.