Oliver Twist

January 29, 2015




Judul : Oliver Twist
Penulis : Charles Dickens
Detil : 466 halaman
Bahasa : Inggris
Penerbit : Pocket Library



"She was brought here last night, by the overseer's order. She was found lying in the street. She had walkes some distance, for her shoes were worn to pieces; but where she came from, or where she was going to, nobody knows." ~ page 3.


Oliver lahir ke dunia sebagai yatim piatu,  tidak memiliki siapa pun yang dapat menjaganya. Hingga dia diasuh oleh Mrs. Mann yang memiliki banyak anak asuh. Pada usia yang ke sembilan, dengan tubuh kurusnya, serta kulitnya yang pucat, Mr. Bumble memutuskan untuk membaptis Oliver dan dialah yang memberi nama Oliver Twist.


** Now, Mr. Bumble was a fat man, and a choleric, so, instead of responding to this open-hearted salutation in the kindred spirit. ~ page 6 **



Pada suatu ketika, Oliver meminta makanan lebih, yang kemudian membuatnya harus mengalami penderitaan yang seakan tak ada habisnya. Sementara Mr. Limbkins mengatakan pada Mr. Bumble sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan.


"For more! Compose yourself, Bumble, and answer diatincly. Do I understand that he asked for more, after he had eaten the supper allotted by the dietary?" ~ page 14


**...offering a reward of five pounds to anybody who would take Oliver Twist off the hand of parish.~ page 14 **


Setelah berhari-hari Oliver ditawarkan ke khalayak umum, suatu hari Mr. Sowerberry akhirnya berniat membeli Oliver. Inilah pertama kalinya Oliver memasuki kehidupan di tempat umum. Bukan di panti asuhan lagi.

** Mr. Sowerberry was a tall, gunt, large-jointed man, attired in a suit of threadbare black, with darned cotton stockings of the same colour, and shoes to answer. ~ page 25**



Sesuai dengan penampilannya, Mr. Sowerberry memang memiliki bisnis yang lumayan baik. Dan untuk pertama kalinya Oliver hadir di acara pemakaman. Dia membantu Tuannya dalam acara pemakaman tersebut.


Tapi, di rumah itu, Noah sering membuat Oliver jengkel. Dia sering dibully olehnya. Hingga suatu ketika, Oliver membuatnya terkejut dengan menyerang Noah. Secara berlebihan Noah mengatakan Oliver akan membunuhnya yang kemudian hal ini diadukan pada Mr. Bumble. Oliver dimarahi habis-habisan, hatinya sakit dan dia merasa kesepian. Kesedihan yang mendalam dan kesendirian yang kemudian membuatnya melarikan diri malam itu.


Dalam kondisi kelaparan dan tanpa rumah, Oliver bertemu dengan Dodger, yang penampilannya rapi dan bersih. Bertaya pada Oliver dengan ramah. Kemudian mengajaknya menuju rumah tempat dia dan teman-temannya berkumpul. Di sanalah, Oliver bertemu dengan the Jew, yang mengajarkannya mencuri. Malam ketika Oliver tertidur, tanpa sengaja dia mendapati the Jew tengah mengambil kotak dari tempat persembunyiannya. Itulah kotak yang menyimpan harta rampasan dari anak-anak lain. Tapi Oliver sudah berjanji tidak akan mengatakan apa pun.


Hari itu adalah hari akhir Oliver diajarkan 'permainan mencuri' dan Dodger serta Charley juga Oliver pergi ke tempat umum. Dan melihat seorang lelaki berperawakan tinggi dengan rambut memutih, sedang membaca buku. Tidak lama kemudian, Charley dan Dodger memulai aksi mereka, sementara Oliver hanya menonton tidak jauh dari mereka. Namun, malangnya Oliver yang kemudian disangka pencuri oleh lelaki tua, sementara kedua temannya telah meninggalkan Oliver. Karena ketakutan dia berlari, dan mendengar suara orang-orang yang mengejarnya. Pada akhirnya Oliver tertangkap.


** Oliver lay, covered with mud and dust and bleeding from the mouth, looking wildly round upon the heap of faces that surround him... ~ page 75 **



Tapi, lelaki yang melihat Oliver dalam kondisi berdarah, merasa kurang yakin dengan laporannya. Walaupun pada akhirnya Oliver tetap dikawal ke penjara dan lelaki tua tadi membuat pernyataan bahwa Oliver tidak bersalah. Setelah perdebatan panjang, serta kebohongan dari pihak kepolisian yang mengarang sendiri nama serta latar belakang Oliver padahal Oliver tidak berkata apa pun sama sekali, akhirnya Oliver bisa bebas. Dan lelaki tua itu membawanya ke rumahnya.



Awalnya kehidupan Oliver membaik, walaupun dia terkena sakit panas. Tapi setelah dirawat dengan baik, kondisinya kembali sehat. Tubuh Oliver juga tidak terlalu kurus lagi. Dan pada suatu ketika, Oliver memohon pada lelaki tua agar diizinkan untuk tetap tinggal. Tapi, pada sorot mata dan wajah Oliver, lelaki tua seakan mengingat sosok perempuan dari masa lalunya.



Sayangnya, kehidupan Oliver harus kembali berpetualang, merasakan kesedihan dan ketakutan lagi. Saat dia tertangkap ketika diminta untuk mengantarkan buku. Dia ditangkap oleh Nancy dan Sikes, sehingga kembali ke rumah Fagin.


Hidupnya kembali tersiksa karena mereka takut Oliver akan melaporkan mereka. Dan Oliver malam selanjutnya tidur di ruangan gelap yang tak memiliki pencahayaan. Serta dingin bagi tubuhnya yang kurus.


Kehidupan Oliver menemui masa naik dan turun, bahagia dan sedih. Belum lagi dia sering dijadikan alat bagi orang-orang seperti Fagin dan Sikes. Sementara tokoh-tokoh lain juga mengalami konflik berbeda seperti Noah yang kemudian bekerja sama dengan Fagin. Atau Mr. Bumble yang tertangkap menceritakan rahasia. Semua berhubungan pada satu tokoh, Oliver.


Tapi pada pribadi Oliver sendiri, dia masih memelihara sifat kekanakannya yang polos. Walaupun memang tidak tergali lebih dalam bagaimana perasaannya. Yang diketahui seperti apa dan bagaimana sedihnya Oliver diwakili dari kondisinya yang diceritakan oleh Dickens. Seperti saat dia terluka ketika akan merampok sebuah rumah. Saat dia berpikir ajalnya sudah dekat.


Selebihnya, novel klasik ini memang menarik dari beragam sisi. Bermuatan tentang konspirasi ringan dari kelompok orang yang mengambil keuntungan untuk mereka sendiri. Bagi pembaca buku klasik, tentunya buku ini tidak boleh ketinggalan untuk dibaca.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah meninggalkan komentar. Mohon gunakan kalimat yang sopan. Link hidup akan otomatis terhapus.